Pak Patrialis Dituduh Teroris Karena Berjenggot - Dr Patrialis Akbar

0 komentar:

Pernyataan Resmi Rektor UII Harsoyo : Tetap Berjuang Walau Tanpa Baju Pi...









Pernyataan Resmi UII ke-5
-
HASIL RAPAT SENAT DAN PROGRES TIM PENCARI FAKTA THE GREAT CAMPING (TGC)
1. Hasil dari Rapat Senat Universitas Islam Indonesia, yang dilaksanakan pada Senin (30/1) adalah menyetujui pengunduran diri Dr. Ir. Harsoyo M.Sc. dari jabatan Rektor, dan pengunduran diri Dr. Abdul Jamil, S.H dari jabatan Wakil Rektor III.
2. Tim Pencari Fakta hingga saat ini masih terus menindaklanjuti insiden The Great Camping (TGC), dengan target menyelesaikan proses pencarian fakta ini dalam 3 hari ke depan.
3. Penjemputan dua terduga pelaku kekerasan Diksar Mapala TGC 37 pada hari Senin (30/1) merupakan kewenangan sepenuhnya kepolisian, dan UII selaku institusi yang berpihak pada penegakan hukum menghormati kewenangan tersebut.
Yogyakarta, 30 Januari 2017
-
Pernyataan Resmi Rektor UII
Harsoyo : Tetap Berjuang Walau Tanpa Baju Pimpinan
Keputusan Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc mengundurkan diri dari jabatan Rektor UII bukan berarti melepaskan tanggungjawab terhadap proses penyelesaian masalah. Sebaliknya, dalam konteks Indonesia, pengunduran diri merupakan suatu bentuk tanggung jawab moral dan bukan sebuah tindakan pengecut.
Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Ir. Harsoyo, MSc dalam acara yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Kampus Terpadu UII, di hadapan dosen, karyawan, dan mahasiswa UII, Minggu (29/1). Acara tersebut juga dihadiri oleh Dr. Abdul Jamil, SH., MH., yang beberapa waktu lalu juga menyatakan pengunduran diri dari jabatan Wakil Rektor III. Acara ini merupakan penjelasan resmi Harsoyo kepada civitas akademika UII mengenai keputusan pengunduran dirinya.
Bentuk Tanggungjawab
Harsoyo membuka pidatonya dengan mengajak seluruh sivitas akademika yang hadir untuk mendoakan ketiga mahasiswa UII yang telah mendahului, yaitu Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi. Harsoyo menjelaskan pengunduran diri dari posisi rektor UII tidak menghapus tanggung jawab terhadap kasus tewasnya peserta Diksar The Great Camping 2017. Hal ini dibuktikan dengan tim yang terus bekerja dengan progres berbagai temuan dari hasil pencarian fakta, seperti identifikasi terduga pelaku serta bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi. Harsoyo juga akan hadir pada pemeriksaan oleh kepolisian Karanganyar pada Selasa (31/1) sebagai respon dari surat dari kepolisian yang ditujukan kepada Rektor UII untuk menghadapkan panitia TGC sebagai saksi.
Pengunduran Diri Tanpa Tekanan
Harsoyo membantah bahwa pengunduran diri ini karena adanya tekanan dari pihak mana pun, termasuk menteri. “Surat pengembalian amanah itu telah saya buat dan konsultasikan kepada Ketua Badan Wakaf bahkan sebelum mendengar berita Menteri akan datang ke Jogja,” jelasnya.
“Saat sudah jatuh korban meninggal ketiga, saya istijab. Saya istighfar. Mungkin ini kesalahan rektor yang tidak peka dengan hal-hal yang ada. Kalau kita mengacu pada Al Quran, membunuh satu orang manusia sama dengan membunuh manusia seluruhnya. Sebaliknya, memberi kehidupan satu orang manusia, maka memberi kehidupan seluruhnya. Satu sudah terlalu banyak apalagi tiga,” ujar Harsoyo.
Harsoyo menyadari bahwa keputusan pengunduran dirinya dimaknai secara berbeda-beda. Ada sebagian yang menilai bahwa ia lari dari tanggungjawab, ada juga yang menolak pengunduran diri tersebut dan kemudian melakukan kampanye di media sosial melalui tagar SaveRektorUII dan sebagainya. Oleh karena itu, melalui penjelasan tersebut, Dr. Ir. Harsoyo, MSc berharap agar sivitas menerima dan mendukung pengunduran diri tersebut.
“Hal ini saya lakukan demi UII, sehingga tidak perlu lagi membuat petisi apapun untuk membela saya jadi rektor. Saya berterimakasih karena begitu banyak yang peduli pada saya, namun mohon hal tersebut dicukupkan sampai di sini,” jelas Harsoyo.
Pengunduran diri Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. sebagai rektor akan diputuskan dalam rapat senat Universitas Islam Indonesia yang berlangsung hari Senin (30 Januari 2017), dan ia berharap civitas akademika solid mendukung keputusan ini.
Kekerasan Bertentangan dengan Semangat Rahmatan Lil ‘Alamin UII
Harsoyo menyatakan bahwa tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan UII bertentangan dengan semangat rahmatan lil alamin di UII. “Satu korban saja sudah luar biasa dan tidak boleh terjadi di perguruan Islam yang visinya rahmatan lil alamin yang punya komitmen dalam pengembangan pengajaran, dakwah, penelitian, pengabdian, sejajar dengan perguruan tinggi di negara maju,” lanjutnya.
“Rahmatan lil alamin artinya kasih sayang kepada alam dan makhluk-makhluk Allah lainnya. Namun, kejadian itu terjadi di UII. Di kampus yang visinya rahmatan lil ‘alamin. Itu juga yang mendorong saya mengundurkan diri,” tuntasnya.
Yogyakarta, 29 Januari 2017
sumber: uii.ac.id
-
Pernyataan Resmi UII ke-4
-
TINDAK LANJUT UII TERKAIT KEGIATAN THE GREAT CAMPING (TGC)
1. Saat ini UII sedang melakukan penanganan kesehatan 34 mahasiswa peserta pendidikan dasar TGC yang telah dimulai sejak Selasa, 24 januari 2017. Hingga rilis ini diturunkan, 10 orang dinyatakan untuk dirawat inap, dan yang lainnya rawat jalan. Keterangan berkaitan dengan kondisi medis para peserta akan disampaikan oleh Tim Medis JIH.
2. UII terus berkomunikasi intensif dengan orangtua masing-masing mahasiswa yang menjadi peserta TGC, baik yang melakukan pemeriksaan di JIH dan juga orangtua dari Alm. Muhammad Fadhli, Alm. Syaits Asyam, dan Alm. Sdr. Iham Nurpadmy Listia Adi. UII juga memfasilitasi orangtua yang akan datang ke Jogja untuk mendampingi putra-putrinya.
3. Terkait dengan proses pengurusan jenazah Alm. Ilham Nurpadmy Listia Adi, UII telah memfalisitasi keluarga almarhum sejak dirawat di RS Bethesda, pelaporan ke kepolisian, proses otopsi, hingga pemulangan jenazah ke Lombok.
4. Dari sisi penegakan hukum, UII bekerjasama dengan pihak Polres Karanganyar untuk dilakukan penyelidikan bersama yang dimulai pada hari ini dengan agenda meminta keterangan dari para peserta TGC.
5. UII memutuskan untuk membekukan Lembaga Khusus MAPALA UNISI Universitas Islam Indonesia untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
6. UII mengklarifikasi bahwa kegiatan TGC ini bukan merupakan perploncoan mahasiswa baru. TGC adalah bagian dari proses rekruitmen untuk mahasiswa yang ingin menjadi anggota MAPALA UNISI yang sifat keanggotaannya sukarela.
Yogyakarta, 25 Januari 2017
Rektor,
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
-
Pernyataan Resmi UII ke-3
PERKEMBANGAN PERISTIWA KEGIATAN THE GREAT CAMPING (TGC)
1. Saat ini prioritas utama UII adalah pemulihan kesehatan 34 mahasiswa peserta pendidikan dasar TGC. 32 peserta telah atau sedang diperiksa di JIH dan dua orang sedang dalam perjalanan menuju JIH. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan 34 mahasiswa tersebut. Informasi yang didapatkan UII hingga saat ini, dari seluruh peserta tersebut, 5 orang dirawat inap di JIH. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses pemeriksaan kesehatan dan rawat inap ditanggung sepenuhnya oleh UII.
2. Prioritas UII berikutnya adalah pendampingan dan komunikasi dengan seluruh peserta dan keluarga yang terus diupayakan oleh UII dalam rangka untuk selalu memastikan keluarga mengetahui perkembangan insiden ini. Terutama keluarga dari Alm. M. Fadhli (Teknik Elektro), Alm. Syaits Asyam (Teknik Industri), dan Alm. Ilham Nurpadmy Listia Adi.
3. Salah satu pendampingan tersebut dilakukan kepada keluarga Alm. Ilham Nurpadmy Listya Adi dalam proses pelaporan ke polisi, otopsi hingga pengurusan jenazah sampai ke tujuan, dengan seluruh biaya ditanggung oleh UII.
4. UII saat ini sedang menyusun laporan yang akan disampaikan kepada kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti Kopertis Wilayah V dan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.
5. UII telah berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dalam rangka kelancaran penyidikan insiden ini dari sisi hukum.
6. Berkaitan dengan insiden ini, berdasarkan pengakuan peserta yang ditemui tim pada pemeriksaan kesehatan, pada kegiatan TGC telah terjadi kekerasan. Berdasarkan laporan tersebut UII terus melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lebih detail bentuk kekerasan yang terjadi.
7. Tindakan yang telah diambil UII adalah membekukan segala bentuk kegiatan MAPALA serta kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya yang bersifat outdoor sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Yogyakarta, 24 Januari 2017
Rektor
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
-
Pernyataan Resmi UII ke-2
-
Temuan Awal dan Perkembangan Investigasi Kegiatan The Great Camping (TGC)
1. Innalillahi wa innailaihi raji’un, segenap sivitas akademika UII turut berduka cita atas meninggalnya Ilham Nurpadmy Listia Adi, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2015, salah satu peserta pendidikan dasar The Great Camping (MAPALA) UII. UII mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar alm. Ilham, semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran.
2. UII meminta maaf setulusnya kepada seluruh orang tua peserta Diksar MAPALA dan masyarakat luas.
3. UII akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kasus ini. UII berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara objektif, terbuka & tuntas.
4. Berdasarkan hasil temuan awal dari tim investigasi internal UII yang telah bekerja sejak 21 Januari 2017, terdapat indikasi kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu selama pelaksanaan kegiatan TGC. Tim investigasi terus melakukan pencarian fakta dan informasi yang menguatkan indikasi ini, dan apabila terbukti, maka pihak yang melakukan kekerasan akan ditindak tegas sesuai dengan aturan kedisiplinan mahasiswa yang berlaku di UII. Segala sesuatu yang menjadi temuan pada investigasi ini juga mejadi bahan evaluasi UII dalam memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan agar kembali kepada prinsip anti kekerasan yang dijalankan UII.
5. Mengingat kapasitas tim investigasi yang terbatas pada internal UII, maka UII menyerahkan sepenuhnya segala proses penyelidikan dalam ranah hukum kepada pihak kepolisian yang berwenang. Dalam hal ini pula, UII berkomitmen untuk mendukung penegakan hukum, dan siap membantu melancarkan jalannya penyelidikan pihak yang berwenang. Bagi pihak peserta maupun keluarga yang ingin menempuh jalur hukum, UII memberikan kebebasan sepenuh-penuhnya dan tidak akan menghalangi proses tersebut.
6. Sebagai usaha mengantisipasi dampak lanjutan pada 34 peserta lainnya yang juga mengikuti kegiatan TGC tersebut, UII telah berkomunikasi secara intensif dengan peserta dan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan ulang yang lebih menyeluruh apabila terdapat indikasi yang dianggap tidak wajar pada kondisi kesehatan peserta, dan sepenuhnya akan difasilitasi oleh UII.
7. UII menyiapkan crisis center bagi peserta dan pihak keluarga peserta terkait segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa The Great Camping (TGC) UII di nomor 081367771999 (Karina), 082226576307 (Muzayin), dan 0817200283 (Mutia) sebagai bagian dari komitmen UII untuk memfasilitasi keluarga mahasiswa dalam menghadapi peristiwa ini.
Yogyakarta, 24 Januari 2017
Rektor,
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
-
Pernyataan Resmi UII ke-1
-
Pernyataan Resmi UII terkait Kegiatan The Great Camping oleh MAPALA UII (13-20 Januari 2017)
1. Benar bahwa dilaksanakan kegiatan TGC (The Great Camping) yang merupakan kegiatan rutin Pendidikan Dasar Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA yang dilaksanakan setiap tahun. kegiatan yang baru saja dilaksanakan adalah TGC ke 37. Pada tahun ini, terdapat 37 peserta terdiri dari 34 laki-laki, 3 perempuan, dilaksanakan di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak universitas, dan dijalankan sesuai prosedur formal yang berlaku di internal UII. (ada proposal ke pihak universitas, ada penanggung jawab dari pihak panitia, ada susunan panitia dan jadwal acara, ada surat izin orangtua peserta, ada validasi kesiapan peserta dari sisi kesehatan karena peserta wajib melakukan tes kesehatan dan surat keterangan sehat dari dokter, dan sebelum pelaksanaan setiap tahap kegiatan TGC ada pemeriksaan medis bekerjasama dengan tim medis UNS).
2. Benar bahwa pada saat pelaksanaan TGC, mahasiswa UII yang mengikuti kegiatan tersebut ada yang meninggal dunia. Yang pertama atas nama Muhammad Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015, meninggal pada hari Jumat, 20 Januari 2017, dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar. Mahasiswa kedua atas nama Syaits Asyam, program studi Teknik Industri angkatan 2015, meninggal dunia pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, setelah sempat dirawat di RS Bethesda.
3. Seluruh civitas akademika UII mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Almarhum Muhammad Fadhli dan Almarhum Syaits Asyam, semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadah-Nya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
4. Pihak UII telah membentuk tim investigasi di internal UII yang terdiri dari unsur pimpinan UII, bidang kemahasiswaan, bidang medis forensik, dan bidang hukum, dan sedang menelusuri serta mencari fakta dan informasi yang lengkap terkait meninggalnya Alm. Muhammad Fadhli dan Alm. Syaits Asyam. Sementara, 35 peserta yang telah mengikuti kegiatan TGC telah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit JIH pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, atas inisiatif pihak UII sebagai komitmen untuk memastikan kesehatan seluruh peserta.
5. UII berkomitmen pula untuk bekerjasama dengan semua pihak untuk mengungkap semua fakta terkait meninggalnya kedua almarhum, dan akan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, apabila terbukti terjadi penyimpangan prosedur saat pelaksanaan TGC. Apabila terbukti terjadi penyimpangan, maka seluruh kegiatan (termasuk Pendidikan Dasar seperti TGC) akan dibekukan sampai ada komitmen untuk perbaikan mekanisme pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prosedur dan kembali sesuai dengan tujuan awal, yaitu membentuk jiwa patriotik dan nilai-nilai kemandirian, kecintaan terhadap alam, dan tanpa kekerasan.
Yogyakarta, 22 Januari 2017
Rektor,
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.

Sumber: UiiNews

0 komentar:

Prestasi Uii Di Hongkong - MEMASUKI awal 2017 nampaknya menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa UII Jogyakarta




MEMASUKI awal 2017 nampaknya menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa UII Jogyakarta untuk segera tancap gas mendulang prestasi bergengsi dari berbagai ajang kompetisi. Seperti ditunjukkan sekelompok mahasiswa UII yang berhasil memborong penghargaan dalam ajang inovasi antarmahasiswa lintas negara yang diadakan di Hong Kong, Tiongkok. Tidak tanggung-tanggung, dua medali dan dua penghargaan khusus, yakni masing-masing 1 medali emas dan 1 medali perak berhasil diboyong oleh tim UII.
Sebagaimana disampaikan Rima Nur Rahmawati, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) UII yang mewakili kampusnya di ajang tersebut. Menurut Rima, ia dan beberapa orang rekannya sesama mahasiswa UII tertantang mengikuti even bernama Hong Kong International Invention Innovation and Entrepreneurship Exhibition (HKIE) 2017. Keinginannya itu dilandasi oleh motivasinya untuk mengharumkan nama kampus dan bangsa.
Even yang diadakan oleh Creative Arts & Culture Institute (CACI) dan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) pada 19 hingga 21 Januari 2017 itu dipusatkan di The City University of Hong Kong, Tiongkok. Mahasiswa dari berbagai negara saling berkompetisi menunjukkan karya inovasi terbaik di bidang teknologi dan pengembangan aplikasi digital dalam ajang itu.
Ditambahkan Rima, Indonesia diwakili oleh tiga tim kandidat di mana dua di antaranya berasal dari tim UII. “Saya pribadi merupakan ketua tim dari kedua tim UII tersebut”, katanya, Kamis (26/1).
Tim UII I mempresentasikan karya inovasi berupa aplikasi android bernama ONE; Natural Disaster Response in A Whole Application. Inovasi ini merupakan terobosan untuk dapat memecahkan masalah penanganan bencana di Indonesia. Ke depannya diharapkan aplikasi ini dapat memberikan sumbangsih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana secara luas.
- See more at: http://mediaindonesia.com/news/read/89458/mahasiswa-uii-borong-penghargaan-di-hong-kong/2017-01-26#sthash.bAfoaDqQ.dpuf

Repost Dari MediaIndonesia

0 komentar:

Menjemput Taubat Sebelum Terlambat oleh Ustadz Subhan Bawazier

0 komentar:

Rektor Uii Mengundurkan Diri Mahasiswa Merasa Kehilangan #Part 2

0 komentar:

Rektor Uii Mengundurkan Diri, Semoga Beliau Selalu Dalam Lindungan Allah

0 komentar:

Pancasila dan Ajaran Trinitas



Pancasila dan Ajaran Trinitas

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
flashdisk Yufid.TV di HP
Tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya ke seluruh dunia. Keesokan harinya, 18 Agustus 1945 PPKI melaksanakan sidang.
Salah satu keputusan sidang PPKI adalah mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang dalam Pembukaan Alinea IV mencantumkan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara. Perubahan penting dalam sidang ini yaitu perubahan rumusan dasar negara yang telah disepakati dalam Piagam Jakarta.yaitu tujuh kata setelah Ke-Tuhanan, yang semula berbunyi “Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dalam Sidang PPKI tersebut, Moh. Hatta menyatakan, bahwa masyarakat Indonesia Timur mengusulkan untuk menghilangkan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, yaitu “…dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya …”. Usulan tersebut disampaikan sebagai masukan sebelum sidang yang disampaikan oleh seorang opsir Jepang yang bertugas di Indonesia Timur, yang bernama Nishijama.
Mengenai kisah penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta itu, M. Hatta menuturkan dalam Memoirnya,
“Pada sore harinya aku menerima telepon dari tuan Nishijama, pembantu Admiral Maeda, menanyakan dapatkah aku menerima seorang opsir Kaigun (Angkatan Laut) karena ia mau mengemukakan suatu hal yang sangat penting bagi Indonesia. Nishijama sendiri akan menjadi juru bahasanya. Aku mempersilahkan mereka datang. Opsir itu yang aku lupa namanya, datang sebagai utusan Kaigun untuk memberitahukan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik, yang dikuasai oleh Angkatan Laut Jepang, berkeberatan sangat terhadap bagian kalimat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar, yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Mereka mengakui bahwa bagian kalimat itu tidak mengikat mereka, hanya mengenai rakyat yang beragama Islam.
Banyak kaum Muslim memandang bahwa hilangnya “tujuh kata” dari sila pertama naskah Piagam Jakarta itu sebagai sebuah kekalahan perjuangan Islam di Indonesia. Namun, tidak demikian halnya dengan IJ Satyabudi, seorang penulis Kristen. Dalam bukunya yang berjudul Kontroversi Nama Allah, ia justru mengakui keunggulan tokoh-tokoh Islam dalam perumusan sila pertama tersebut.
Satyabudi menulis,
“Lalu, siapa sebenarnya yang lebih cerdas dan menguasai ruang persidangan ketika merumuskan Sila Pertama itu? Sangat jelas, Bapak-bapak Islam jauh lebih cerdas dari Bapak-bapak Kristen karena kalimat ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ itu identik dengan ‘Ketuhanan Yang Satu!’ Kata ‘maha Esa’ itu memang harus berarti ‘satu’. Oleh sebab itu, tidak ada peluang bagi ke-berbagaian Tuhan. Umat Kristen dan Hindu harus gigit jari dan menelan ludah atas kekalahan Bapak-bapak Kristen dan Hindu ketika me nyusun sila pertama ini.” (Jakarta: Wacana Press, 2004).
Makna tauhid pada dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga ditegaskan oleh Rois ‘Am NU KH. Achmad Siddiq. Dalam satu makalahnya yang berjudul “Hubungan Agama dan Pancasila” yang dimuat dalam buku “Peranan Agama dalam Pemantapan Ideologi Pancasila.” (Badan Litbang Agama, Jakarta 1984/1985).
Dalam makalahnya, KH. Achmad Siddiq menyatakan,
“Kata ‘Yang Maha Esa’ pada sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) merupakan imbangan tujuh kata yang dihapus dari sila pertama menurut rumusan semula. Pergantian ini dapat diterima dengan pengertian bahwa kata ‘Yang Maha Esa’ merupakan penegasan dari sila ketuhanan, sehingga rumusan ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ itu mencerminkan pengertian tauhid (monoteisme murni) menurut akidah Islamiyah (surat al-Ikhlas). Kalau para pemeluk agama lain dapat menerimanya, maka kita bersyukur dan berdoa.”
Kami tidak perlu memberikan banyak komentar untuk keterangan di atas. Intinya, kita merasa aneh ketika ada orang yang menyuarakan bahwa Allah tidak beranak dan tidak memiliki anak, dianggap sebagai pelecehan dan melanggar undang-undang?

Alasan Ajaran Trinitas

Fitrah manusia menolak semua ajaran trinitas dan ke-berbagaian Tuhan. Logika dan perasaan sulit menerima konsep Tuhan berbilang. Lalu mengapa mereka mempertahankan ajaran trinitas?. Terlepas dari topik masalah pancasila, setidaknya ada 2 alasan mendasar mengapa nasrani mempertahankan ideologi trinitas ini,
Pertama, karena Isa terlahir tanpa bapak
Jika dia terlahir tanpa bapak, berarti bapaknya adalah Allah. karena itu, dia anak Allah.
Alasan yang ini disampaikan orang nasrani dari Najran yang datang ke Madinah untuk berdebat dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau telah bantah alasan orang-orang nasrani itu, hingga mereka terdiam.
Al-Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari Ibnu Ishaq dalam sirahnya, bahwa suatu ketika kota Madinah kedatangan tamu orang-orang nasrani dari daerah Najran. Diantara mereka ada 14 orang yang merupakan pemuka dan tokoh agama di Najran. dari 14 orang itu, ada 3 orang yang menjadi tokoh sentral: Aqib, gelarnya Abdul Masih. Dia pemuka kaum, yang memutuskan hasil musyawarah masyarakat. as-Sayid, dia pemimpin rombongan. Nama aslinya al-Aiham. Dan yang ketiga Abul Haritsah bin Alqamah. Dulunya orang arab, kemudian pindah ke Najran dan menjadi uskup di sana.
Ketika mereka sampai di Madinah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang melaksanakan shalat asar. Mereka kemudian masuk masjid dan shalat dengan menghadap ke timur.
As-Sayid dan Aqib menjadi jubir mereka di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Kalian mau masuk islam?” tanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Kami telah masuk islam sebelum kamu.” Jawab mereka.
“Dusta, kalian bukan orang islam disebabkan: kalian menganggap Allah punya anak, kalian menyembah salib, dan makan babi.” Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Jika Isa bukan anak Allah, lalu siapa ayahnya?” Serombogan orang-orang nasrani itupun serempak mendebat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pertanyaan itu.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tenang menjawab,
“Bukankah kalian tahu yang namanya anak, pasti punya kemiripan dengan bapak?”
“Ya, tentu.” Jawab mereka.
“Bukankah kalian yakin, Allah yang mewujudkan segala sesuatu, menjaganya dan memberi rizqi mereka?”
“Ya, kami yakin itu.” Jawab mereka.
“Apakah Isa punya salah satu dari kemampuan tuhan itu?”
“Tidak.” Jawab mereka.
Beliau melajutkan sabdanya,
“Allah menciptakan Isa di dalam rahim sesuai yang Dia kehendaki. Tuhan kita tidak butuh makan, minum, dan tidak berhadats.”
“Ya, benar.” Jawab mereka.
“Bukankah Isa tumbuh di rahim ibunya sebagaimana para wanita mengalami hamil, kemudian dia melahirkan sebagaimana para wanita melahirkan anaknya?”
“Lalu bagaimana mungkin kalian meyakini dia anak tuhan?”
Kemudian mereka terdiam dan Allah menurunkan firman-Nya di surat Ali Imran: 59-61. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/50)
Ternyata alasan ini juga masih dilestarikan oleh orang nasrani hingga zaman sekarang.
Dalam salah satu forum tanya jawab bersama Dr. Zakir Naik, ada peserta yang menanyakan posisi yesus sebagai anak Tuhan, karena alasan dia terlahir tanpa bapak.
Salah satu jawaban sederhana Dr. Zakir Naik, beliau bandinkan Yesus dengan Adam. Orang nasrani mengakui keberadaan Adam dan bagaimana Allah menciptakan Adam. Jika Adam diciptakan tanpa bapat dan tanpa ibu, berarti Adam lebih hebat dibandingkan Yesus. Dan seharusnya nasrani juga harus mengakui bahwa Adam juga anak tuhan. Bahkan lebih tinggi derajatnya dari pada Yesus.
Kedua, dalam teks injil berkali-kali dinyatakan bahwa Isa adalah the Son of God.
Alasan ini telah dibantah oleh Dr. Zakir Naik. Beliau mengatakan bahwa bagian dari bahasa bible, bahwa semua orang yang taat kepada Tuhan dinamakan Son of God. Sehingga banyak nabi dalam bible digelari Son of God.
Anda bisa simak video Dr. Zakir Naik berikut,
Adam disebut Son of God,
“Adam, which was the son of God” Luke 3:38.
Jacob is God’s son and firstborn,
“Israel is my son, even my firstborn” Exodus 4:22.
Solomon is God’s son,
“He shall build an house for my name, and I will establish the throne of his kingdom for ever. I will be his father, and he shall be my son”: 2 Samuel 7:13-14.
Ephraim (anak Nabi Yusuf) juga Son of God,
“for I am a father to Israel, and Ephraim is my firstborn..” Jeremiah 31:9 (who is God’s firstborn? Israel or Ephraim?).
Semoga bisa menjagi pengantar bagi para saudaraku muslim untuk tetap di atas pendirian, bahwa Allah Maha Esa, tidak memiliki anak dan ajaran nasrani adalah penyimpangan.
Allahu a’lam


Sumber: https://konsultasisyariah.com/28823-pancasila-dan-ajaran-trinitas.html

0 komentar:

RAPAT DENGAN USTADZ SUBHAN BAWAZIER

0 komentar:

PENGAJIAN PERTAMA BIKERS MUSLIM

0 komentar:

Tangan Lumpuh Saat Bangun Tidur

Tangan Tiba-tiba Terasa Lumpuh Saat Bangun Tidur

Assalamualaikum,
Ceritanya saat saya bangun tidur , tiba tiba tangan kanan saya jatuh menjadi lemas, saya pikir mungkin hanya kram, biasanya saya memang sering mengalami kram saat tangan saya tertindis saat risur semalaman tapi kali ini saya hanya tidur 30 menit dengan terpaksa saya menaikan tangan saya ke atas ranjang dengan menggunakan tangan kiri. tapi kemudian jatuh lagi , walaupun saya paksa tangan kanan saya tidak bisa di gerakkan . kelumpuhan itu hilang setelah sekitar 30 menit saya menunggu.. dan tangan saya tidak merasa kram.. kira-kira itu kenapa?.
trima kasih atas jaqabannya 🙂
flashdisk Yufid.TV di HP
Jawaban:
Wa’alaikumussalam,
Bisa jadi yang terjadi pada anda adalah “kesemutan” dan memang mirip seperti lumpuh. Kemungkinan besar ketika tidur tangan anda terjepit sesuatu atau terjepit oleh tubuh karena posisi tidur yang mungkin kurang nyaman.
Perlu diketahui, kesemutan pada tungkai (kaki dan tangan) bisa jadi karena:
1. Berkurangnya atau sedikit aliran darah ke anggota badan
Sehingga saraf mengalami semacam kekurangan makanan dan energi dan ini akan terasa seperti kesemutan. Jika semakin lama, akan terasa seperti mati rasa. Misalnya ketika anggota badan, tangan atau kaki tertekan atau terpencet sesuatu, saat duduk bersila, saat posisi kaki terjepit, maka kita akan merasakan kesemutan dan lama-lama bisa mati rasa
2. Karena ada gangguan pada saraf
Misalnya pada kasus stroke, gangguan pada saraf pusat sehingga mempengaruhi impuls/aliran ke saraf tepi pada anggota badan. Sehingga bisa menyebabkan gangguan saraf, maka timbulnya keluhan seperti kesemutan, mati rasa atau rasa nyeri bahkan anggota badan tidak bisa digerakan.
Atau bisa juga pada gangguan tulang belakang, di mana ada tulang belakan yang rapuh dan bermasalah sehingga menjepit saraf yang keluar dari tulang belakang tersebut.
Jika memang keluhan tersebut hilang dan tidak kambuh lagi, insyaAllah tidak mengapa. Akan tetapi jika masi terus menetap gejalanya, kami sarankan anda untuk periksa ke dokter terutama dokter spesialis saraf.
Demikian semoga bermanfaat
Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh rubrik kesehatan Konsultasisyariah.com)
Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!
KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial


Sumber: https://konsultasisyariah.com/25133-tangan-lumpuh-saat-bangun-tidur.html

0 komentar:

Kunci Kaya Adalah Sedekah, Bukan Nabung Pangkal Kaya


Sedekah

Sedekah semuanya baik, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung niat, kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran sedekah. Di antara sedekah yang utama menurut Islam adalah sbb:

1.  Sedekah Sirriyyah

Sedekah sirriyyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat riya’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)
Perlu diketahui, bahwa yang utama untuk disembunyikan adalah pada sedekah kepada fakir dan miskin. Hal ini, karena ada banyak jenis sedekah yang mau tidak mau harus ditampakkan, seperti membangun masjid, membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan sebagainya.
Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah dan bahwa dia orang yang tidak punya. Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir-miskin. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji sedekah sirriyyah, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah Subhanahu wa Ta’ala nanti pada hari kiamat.

2.  Sedekah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan sulit diharapkan kesembuhannya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:
« أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ : لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ » .
Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3.  Sedekah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al Baqarah: 219)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ
Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari)

4. Sedekah dengan Kemampuan Maksimal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ
Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1112)
Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”
Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.

5. Menafkahi anak-istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ » .
Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

6. Bersedekah Kepada Kerabat

Disebutkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha’. Ketika turun ayat:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)
Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan bahwa Bairuha’ diserahkan kepada Beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan agar ia membagikan bairuha’ kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membagikannya untuk kerabat dan keponakannya (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
اَلصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَ هِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ  :  صَدَقَةٌ وَ صِلَةٌ
Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim, Shahihul Jami’ no. 3858)
Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok:
A. Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Tetapi Dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. (QS. Al Balad: 11-16)
B. Kerabat yang memendam permusuhan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْكَاشِحِ
Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-KabirShahihul Jami’ no. 1110)

7. Bersedekah Kepada Tetangga

Dalam suratAn Nisaa’ ayat 36 disebutkan perintah berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada Abu Dzar:
« يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ » .
Wahai Abu Dzar! Jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

8. Bersedekah Untuk Jihad fii Sabilillah

9. Bersedekah Kepada Kawannya yang Berada di Jalan Allah

Kedua hal di atas (no. 8 dan 9) berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
« أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »
Dinar yang paling utama adalah dinar yang dikeluarkan seseorang untuk menafkahi keluarganya, dinar yang dikeluarkan untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang dikeluarkan kepada kawannya di jalan Allah.” (HR. Muslim)
مَنْ جَهَّزَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
Barang siapa mempersiapkan (membekali) orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang. Barang siapa yang menanggung keluarga orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun ia sudah meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila cucu Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan atau anak shalih yang mendo’akan (orang tua)nya.” (HR. Muslim)
Termasuk sedekah jariyah adalah waqf, pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih, menggali sumur, menanam pohon agar buahnya dapat dimanfaatkan banyak orang dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Imam as-Suyuthiy membuatkan sya’ir menyebutkan hal-hal yang bermanfaat bagi seorang sesudah meninggalnya:
اِذَا مَاتَ ابْنُ ادَمَ يَجْرِي  عَلَيْهِ مِنْ فِعَالٍ غَيْرِ عَشْرٍ
عُلُوْمٍ بَثَّهَا وَدُعَاءِ نَجْلٍ  وَغَرْسِ النَّخْلِ وَالصَّدَقَاتُ تَجْرِي
وَرَاثَةِ مُصْحَفٍ وَرِبَاطِ ثَغْرٍ   وَحَفْرِ الْبِئْرِ أَوْ إِجْرَاءِ نَهْرٍ
وَبَيْتٍ لْلْغَرِيْبِ بَنَاهُ يَأْوِى    إلِيْهِ أَوْ بِنَاءِ مَحَلِّ ذِكْرٍ
“Apabila cucu Adam Adam meninggal, maka mengalirlah kepadanya sepuluh perkara;,
Ilmu yang disebarkannya, doa anak saleh, pohon kurma yang ditanamnya serta sedekahnya yang mengalir,
Mushaf yang diwariskan dan menjaga perbatasan,
Menggali sumur, mengalirkan sungai, rumah untuk musafir yang dibangunnya atau membangun tempat ibadah.”
Ditulis oleh Ustadz Marwan bin Musa
Maraji’: Buletin An Nur (Th X No. 470 tentang srdekah yang utama) dan diberi tambahan dari kitab-kitab yang lain.
Artikel www.KonsultasiSyariah.com


Sumber: https://konsultasisyariah.com/15174-sedekah-yang-paling-utama.html

0 komentar:

ya Alloh...q bukan salah satu dari UII tapi q menangis membaca ini...

save rektor UII...meski aku "orang luar" tapi besar harapanku jika sudah dewasa nanti anak2 ku menjadi salah satu mahasiswa di sana.Aminnn dan ia berkomentar dikolomm fb admin lalu mengatakan ya Alloh...q bukan salah satu dari UII tapi q menangis membaca ini... Saya bangga melihat orang umum tapi mampu menyatukan rasa emang benar sudah orang shalih itu dicintai siapa saja dan banyak lagii teman2, melakukan share, padahal mereka bukan bagian dari Uii Admin Yang sayang Rektor dan Uii

0 komentar:

Ayah Harsoyo Tidak Sendiri, Ada Kami Disini

Sedih dan Tidak bisa kami berkata2, karena kami butuh sosok yang menginspirasi kami. Mahasiswa Uii

0 komentar:

Doakan Rektor Uii - Ayah Harsoyo

Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Sosok Rektor yang Langka Oleh: Bang Adi ( Mahasiswa Ekonomi islam Uii) Saya kuliah dua kali di uii dan masih dengan rektor yang sama, dari awal saya di Uii sudah merasakan aura kepemimpinan rektor yang sangat memegang Prinsip Alquran dan Sunnah. setiap sholat dhuhur saya memilih duduk dekat beliau, ntah apa alasanya enak dan nyaman saja, sehabis sholatpun saya jalan sama beliau, saya tidak berani berkata - kata dahulu namun beliau lah yang memulai percakapan, Ia pegang lengan tangan saya dan katakan pada saya Sering2 Push Up nak, pemuda itu harus kuat. itu yang masih saya ingat. lalu tepat dibulan puasa saya kerumah beliau sendirian mengantarkan makanan buka puasa, ini tradisi yang ibu saya ajarkan, karena dikampung saya, seorang murid kepada guru itu sering2 membagi makanan dan apa saja yang bisa kita lakukan, lalu saya dengan bangganya kerumah beliau dan mengantarkan masakan dan saya melihat rumahnya MasyaAllah jauh dari kata mewah seperti pejabat2 pada umumnya, tapi disitulah saya belajar bahwa jabatan adalah amanah bukan jabatan yang membuat hidup mewah, kalau lewat depan rektorat jam jam sholat, kita selalu katakan Assalamualaikum pak, dan beliau menjawab dengan salam dan senyum, ini Rektor Uii Tidak banyak cerita untuk Pak Rektor Uii, Jabatan baginya itu bukan hal yang harus ditundukan badan, walaupun diluar sana banyak yang inginkan jabatannya, Rektor Kami, Rektor Uii, Rektornya Indonesia _______________________________________________ Oleh: Saiful Aziz (Mahasiswa FIAI UII) Sering saya katakan, "UII Istimewa !!". Namun, keistimewaan UII kali ini berbeda dan aneh bentuknya.. Aneh... Sangat aneh.... Baru kali ini saya menemukan.. Seluruh Mahasiswa berbondong-bondong menghimpun kekuatan untuk menolak Rektornya mengundurkan diri. Tahukah Anda mengapa? Karena Mahasiswa UII sangat ridho dan berharap agar dipimpin oleh beliau dan jajarannya. Ia amat dicintai oleh mahasiswa, karyawan, dosen, bahkan masyarakat sekitar UII. Rektor kami sangat berbeda dengan Rektor pada umumnya. Hadir di Masjid pada shaf paling depan, implementasi terhadap syariat Islam yang istiqomah, menyempatkan diri untuk menjadi pengisi kajian tetap di Masjid kampus, wara', bijak, berwibawa, apabila masuk waktu shalat maka rapat ditunda, tegas, cerdas, menjadi panutan bagi yang dipimpinnya. Semoga Allah senantiasa berkahi beliau dan Universitas ini.. Ini postingan memang mengedepankan pertimbangan emosional kami semata. Untuk tulisan ini kami tidak seperti biasa harus mengambil jarak untuk mendapatkan penilaian yang objektif. Hanya mengandalkan letupan-letupan emosi. Rektor kami memang sederhana, tak perlu kau ketuk-ketuk ruang rektor untuk bertemu dengannya cukup datang ke Masjid Ulil Albab UII ketika jam shalat, bisa dipastikan beliau berada di sana. Setelah salam dan Shalat Sunnah, tinggal senyum, salam dan sapa beliau, maka kau bisa bercakap-cakap dengannya. Rektor kami memang sederhana, tak perlu kursi untuk duduk. Bahkan diskusi sambil lesehan biasa beliau lakukan untuk kami mahasiswa. Rektor kami memang sederhana dalam tampilan tapi bijaksana dalam sikap. Kasus TGC mapala, tidak ada yg ditutupi, berusaha semua diinformasikan kepada media. (Bisa diakses di laman uii.ac.id) Rektor kami memang sederhana, merasa kesalahan yang dilakukan 'bawahannya' tapi tanggung jawab besar berada di pimpinan puncak. Hari ini rektor kami yang sederhana itu mengajarkan, jabatan bukanlah segala-galanya. Ketika sudah waktunya, dilepaskan tidak mengapa. Rektor kami sederhana, terdepan dalam memberikan sikap bijaksana. "Kami bersama bapak. Kita hadapi bersama, sudah menjadi kewajiban kami menjaga rumah ini bersama. Karena Kami UII." #SaveRektorUII Berikut saya paparkan beberapa komentar masyarakat UII tentang pemimpin kami. _______________________________________________ Oleh: Afif Fauzi (Mahasiswa Universitas Islam Madinah) Jika memang Rektor UII Bapak Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. mengundurkan diri, maka ada satu cita-cita beliau di UII yang tertunda. Ketika saya silaturahmi ke rumah beliau, beliau berkata, "Kamu tau? Kenapa Turki sekarang menjadi negara maju? Karena mereka nenerapkan shalat berjamaah di masjid lima waktu terutama Shubuh. Saya ingin memajukan UII seperti cara Turki, saya ingin ketika adzan Dzuhur berkumandang semua mahasiswa dari ujung FIAI berbondong-bondong shalat jamaah ke masjid." Itu cita-cita beliau yang sangat besar untuk UII, yang beliau sampaikan kepada saya saat itu. Terbukti beliau tidak pernah meninggalkan shalat jamaah di masjid, coba kalian tengok waktu Dzuhur di masjid Ulil Albab. Dengan kesederhanaannya beliau berjalan menuju masjid untuk rutin shalat berjamaah. Begitu juga di masjid Al-Fatah tempat tinggal beliau, Shubuh berjalan kaki sekitar 150 meter untuk menunaikan shalat berjamaah. Dan karena perkataan/cita-cita beliaulah saya tertarik masuk UII, dan kemudian ditengah perjalanan kuliah saya diterima di Universitas Islam Madinah. Saya harap kalian semua mewujudkan cita-cita pak Harsoyo. _______________________________________________ Oleh: Enggar A F Asyaf (Mahasiswa FK UII) Pak Harsoyo, mudah bagi Anda untuk mengundurkan diri. Anda tidak meminta jabatan itu, Anda tidak berkepentingan di perpolitikan kampus, dan Anda hanyalah pelayan yang ditunjuk Badan Wakaf. Namun, berat bagi kami dipimpin oleh orang lain. Tahun 2014, ketika perpolitikan kampus sepanas perpolitikan negeri, ketika pemilihan Rektor terkesan ada jegal-menjegal, bahkan ketika Rektor terpilih yang siap dilantik dibuka aibnya hingga terjegal, Anda masih sibuk mengajar dan membimbing mahasiswa. Anda orang baik, Anda orang netral, tidak ada kepentingan apapun, tentu mudah bagi Anda mengundurkan diri, namun sulit bagi kami menerimanya. Pengunduran diri Rektor, sudah bukti puncak beliau seorang ksatria, berjiwa besar. Cukup, sangat cukup bukti itu, selebihnya kami mohon Pemberi Keputusan di atas sana tidak menerima pengunduran diri beliau. Semangat Pak !!! #saverektoruii _______________________________________________ Oleh: Afan Arifin (Mahasiswa FTI UII) Benar saja.. Kebenaran, kesederhanaan, kesahajaan dan keteladanan itu satu yang diCINTAi. Pertama kali saya kenal beliau dari cerita ayah saya Zainal Arifin. Saat dulu ayah menjadi salah satu mahasiswa bimbingan Tugas Akhir beliau di Teknik Sipil UII, sungguh cerita luar biasa tentang pribadi beliau yang penuh kesederhanaan dan kesahajaan. Dan kini setelah pernah berinteraksi langsung beberapa kali dengan beliau, ternyata benar, cerita yang dulu pernah ku dengar dari ayahku. Bukan hanya kebenaran, kesederhanaan, kesahajaan tapi juga ke TELADANAN sejati yang beliau tampakkan. Barokalloh fiikum.. _______________________________________________ Untuk Mereka yang Culas di Luar Sana Oleh: Zaka Akhmad (Benar saja, ternyata terjadi) Yang saya tau namanya mbah Harsoyo, orang yang kalian minta untuk lengser lewat petisi bodoh kalian itu adalah orang yang sedari awal tidak pernah sedikitpun menginginkan jabatan yang tiap periode kalian jadikan rebutan, bahkan yang terjadi dia menolaknya karena setau saya dia paham betul betapa beratnya memikul sebuah amanah. Jangan tanya saya tau dari mana, but i can assure you, dia berbeda dengan kalian dan gerombolan malian yang terbiasa kotor culas berebut kuasa. Tunggu saja waktu Dhuha atau Dzuhur, kau akan melihatnya berjalan dengan sendal jepit swallow ijo, berselempang sajadah dengan lengan baju tergulung berjalan kaki ke masjid berkubah warna emas nan megah dikampus yang konon kaya ini.... Jangan berani kau menuduhkan itu pencitraan, dia melakukannya jauh sebelum menjabat apapun dan jauh sebelum kau menepuk dada dengan pencitraanmu serta semua kesibukanmu konsolidasi berebut jabatan jabatan publik dan jabatan jabatan di kampus. Bagiku dia adalah satu dari segelintir orang yang membuatku percaya bahwa ternyata manusia Zuhud dan Tawadlu' masih ada di kampus ini... Bukan sekedar yang pura pura zuhud dan pura pura tawadlu tapi pencitraan dimana mana. Maka izinkan mbah Harsoyo menyelesaikan ujian ini dengan segala daya upayanya. Jangan menjadi manusia manusia yang culas yang bermain politik ditengah duka cita kepergian adik adik kami. Dalam keyakinanku tak usah kau minta pun dia akan mundur bila diizinkan dan bila tak mampu lagi menahan rasa bersalahnya atas kejadian yang luput dari kuasa dan kehendaknya. Dia bukan kalian yang hatinya dari batu. Dia itu orang baik yang hatinya sangat lembut, jangan kau sakiti dengan ucapanmu, dia sudah merasakan sakit yang luar biasa ketika adik adik kami diperlakukan demikian rupa hingga meregang nyawa. Kau boleh culas, kau boleh kotor karena mungkin memang itu nature-mu dan standar nilai dalam gerombolanmu, tapi jangan sekarang, jangan dalam keadaan penuh duka seperti ini dan jangan kau lakukan pada orang orang baik yang dalam dirinya tak pernah terlintas niat niat buruk seperti benakmu dan tak paham cara cara kotor semacam ini. Biarkan mbah Harsoyo menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Muslim, kau akan lihat betapa dia adalah orang yang bertanggungjawab dan amanah. Teruntuk adik adik kami yang di panggil Allah, semoga husnul khotimah. Berat rasanya mendengar kabar kepergian kalian, tapi kami berbaik sangka bahwa Allah lebih menyayangi kalian. Banyak dari kami disini yang tak sempat mengenalmu, tetapi diam diam meneteskan air mata sembari mendoakan segala kebaikan untukmu, kami akan memastikan hakmu atas keadilan kau dapatkan. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan. Amiin.

0 komentar:

Copyright © 2013 Tikar Cerita