
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Sosok Rektor yang Langka
Oleh: Bang Adi ( Mahasiswa Ekonomi islam Uii)
Saya kuliah dua kali di uii dan masih dengan rektor yang sama, dari awal saya di Uii sudah merasakan aura kepemimpinan rektor yang sangat memegang Prinsip Alquran dan Sunnah.
setiap sholat dhuhur saya memilih duduk dekat beliau, ntah apa alasanya enak dan nyaman saja, sehabis sholatpun saya jalan sama beliau, saya tidak berani berkata - kata dahulu namun beliau lah yang memulai percakapan, Ia pegang lengan tangan saya dan katakan pada saya Sering2 Push Up nak, pemuda itu harus kuat. itu yang masih saya ingat.
lalu tepat dibulan puasa saya kerumah beliau sendirian mengantarkan makanan buka puasa, ini tradisi yang ibu saya ajarkan, karena dikampung saya, seorang murid kepada guru itu sering2 membagi makanan dan apa saja yang bisa kita lakukan, lalu saya dengan bangganya kerumah beliau dan mengantarkan masakan dan saya melihat rumahnya MasyaAllah jauh dari kata mewah seperti pejabat2 pada umumnya, tapi disitulah saya belajar bahwa jabatan adalah amanah bukan jabatan yang membuat hidup mewah,
kalau lewat depan rektorat jam jam sholat, kita selalu katakan Assalamualaikum pak, dan beliau menjawab dengan salam dan senyum, ini Rektor Uii
Tidak banyak cerita untuk Pak Rektor Uii, Jabatan baginya itu bukan hal yang harus ditundukan badan, walaupun diluar sana banyak yang inginkan jabatannya,
Rektor Kami, Rektor Uii, Rektornya Indonesia
_______________________________________________
Oleh: Saiful Aziz (Mahasiswa FIAI UII)
Sering saya katakan, "UII Istimewa !!". Namun, keistimewaan UII kali ini berbeda dan aneh bentuknya.. Aneh... Sangat aneh.... Baru kali ini saya menemukan.. Seluruh Mahasiswa berbondong-bondong menghimpun kekuatan untuk menolak Rektornya mengundurkan diri. Tahukah Anda mengapa? Karena Mahasiswa UII sangat ridho dan berharap agar dipimpin oleh beliau dan jajarannya. Ia amat dicintai oleh mahasiswa, karyawan, dosen, bahkan masyarakat sekitar UII.
Rektor kami sangat berbeda dengan Rektor pada umumnya. Hadir di Masjid pada shaf paling depan, implementasi terhadap syariat Islam yang istiqomah, menyempatkan diri untuk menjadi pengisi kajian tetap di Masjid kampus, wara', bijak, berwibawa, apabila masuk waktu shalat maka rapat ditunda, tegas, cerdas, menjadi panutan bagi yang dipimpinnya. Semoga Allah senantiasa berkahi beliau dan Universitas ini..
Ini postingan memang mengedepankan pertimbangan emosional kami semata. Untuk tulisan ini kami tidak seperti biasa harus mengambil jarak untuk mendapatkan penilaian yang objektif. Hanya mengandalkan letupan-letupan emosi.
Rektor kami memang sederhana, tak perlu kau ketuk-ketuk ruang rektor untuk bertemu dengannya cukup datang ke Masjid Ulil Albab UII ketika jam shalat, bisa dipastikan beliau berada di sana. Setelah salam dan Shalat Sunnah, tinggal senyum, salam dan sapa beliau, maka kau bisa bercakap-cakap dengannya.
Rektor kami memang sederhana, tak perlu kursi untuk duduk. Bahkan diskusi sambil lesehan biasa beliau lakukan untuk kami mahasiswa.
Rektor kami memang sederhana dalam tampilan tapi bijaksana dalam sikap. Kasus TGC mapala, tidak ada yg ditutupi, berusaha semua diinformasikan kepada media. (Bisa diakses di laman uii.ac.id)
Rektor kami memang sederhana, merasa kesalahan yang dilakukan 'bawahannya' tapi tanggung jawab besar berada di pimpinan puncak.
Hari ini rektor kami yang sederhana itu mengajarkan, jabatan bukanlah segala-galanya. Ketika sudah waktunya, dilepaskan tidak mengapa.
Rektor kami sederhana, terdepan dalam memberikan sikap bijaksana.
"Kami bersama bapak. Kita hadapi bersama, sudah menjadi kewajiban kami menjaga rumah ini bersama. Karena Kami UII."
#SaveRektorUII
Berikut saya paparkan beberapa komentar masyarakat UII tentang pemimpin kami.
_______________________________________________
Oleh: Afif Fauzi (Mahasiswa Universitas Islam Madinah)
Jika memang Rektor UII Bapak Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. mengundurkan diri, maka ada satu cita-cita beliau di UII yang tertunda. Ketika saya silaturahmi ke rumah beliau, beliau berkata,
"Kamu tau? Kenapa Turki sekarang menjadi negara maju? Karena mereka nenerapkan shalat berjamaah di masjid lima waktu terutama Shubuh. Saya ingin memajukan UII seperti cara Turki, saya ingin ketika adzan Dzuhur berkumandang semua mahasiswa dari ujung FIAI berbondong-bondong shalat jamaah ke masjid."
Itu cita-cita beliau yang sangat besar untuk UII, yang beliau sampaikan kepada saya saat itu. Terbukti beliau tidak pernah meninggalkan shalat jamaah di masjid, coba kalian tengok waktu Dzuhur di masjid Ulil Albab. Dengan kesederhanaannya beliau berjalan menuju masjid untuk rutin shalat berjamaah. Begitu juga di masjid Al-Fatah tempat tinggal beliau, Shubuh berjalan kaki sekitar 150 meter untuk menunaikan shalat berjamaah.
Dan karena perkataan/cita-cita beliaulah saya tertarik masuk UII, dan kemudian ditengah perjalanan kuliah saya diterima di Universitas Islam Madinah. Saya harap kalian semua mewujudkan cita-cita pak Harsoyo.
_______________________________________________
Oleh: Enggar A F Asyaf (Mahasiswa FK UII)
Pak Harsoyo, mudah bagi Anda untuk mengundurkan diri. Anda tidak meminta jabatan itu, Anda tidak berkepentingan di perpolitikan kampus, dan Anda hanyalah pelayan yang ditunjuk Badan Wakaf. Namun, berat bagi kami dipimpin oleh orang lain.
Tahun 2014, ketika perpolitikan kampus sepanas perpolitikan negeri, ketika pemilihan Rektor terkesan ada jegal-menjegal, bahkan ketika Rektor terpilih yang siap dilantik dibuka aibnya hingga terjegal, Anda masih sibuk mengajar dan membimbing mahasiswa.
Anda orang baik, Anda orang netral, tidak ada kepentingan apapun, tentu mudah bagi Anda mengundurkan diri, namun sulit bagi kami menerimanya.
Pengunduran diri Rektor, sudah bukti puncak beliau seorang ksatria, berjiwa besar. Cukup, sangat cukup bukti itu, selebihnya kami mohon Pemberi Keputusan di atas sana tidak menerima pengunduran diri beliau.
Semangat Pak !!!
#saverektoruii
_______________________________________________
Oleh: Afan Arifin (Mahasiswa FTI UII)
Benar saja.. Kebenaran, kesederhanaan, kesahajaan dan keteladanan itu satu yang diCINTAi.
Pertama kali saya kenal beliau dari cerita ayah saya Zainal Arifin. Saat dulu ayah menjadi salah satu mahasiswa bimbingan Tugas Akhir beliau di Teknik Sipil UII, sungguh cerita luar biasa tentang pribadi beliau yang penuh kesederhanaan dan kesahajaan.
Dan kini setelah pernah berinteraksi langsung beberapa kali dengan beliau, ternyata benar, cerita yang dulu pernah ku dengar dari ayahku. Bukan hanya kebenaran, kesederhanaan, kesahajaan tapi juga ke TELADANAN sejati yang beliau tampakkan. Barokalloh fiikum..
_______________________________________________
Untuk Mereka yang Culas di Luar Sana
Oleh: Zaka Akhmad
(Benar saja, ternyata terjadi)
Yang saya tau namanya mbah Harsoyo, orang yang kalian minta untuk lengser lewat petisi bodoh kalian itu adalah orang yang sedari awal tidak pernah sedikitpun menginginkan jabatan yang tiap periode kalian jadikan rebutan, bahkan yang terjadi dia menolaknya karena setau saya dia paham betul betapa beratnya memikul sebuah amanah.
Jangan tanya saya tau dari mana, but i can assure you, dia berbeda dengan kalian dan gerombolan malian yang terbiasa kotor culas berebut kuasa.
Tunggu saja waktu Dhuha atau Dzuhur, kau akan melihatnya berjalan dengan sendal jepit swallow ijo, berselempang sajadah dengan lengan baju tergulung berjalan kaki ke masjid berkubah warna emas nan megah dikampus yang konon kaya ini....
Jangan berani kau menuduhkan itu pencitraan, dia melakukannya jauh sebelum menjabat apapun dan jauh sebelum kau menepuk dada dengan pencitraanmu serta semua kesibukanmu konsolidasi berebut jabatan jabatan publik dan jabatan jabatan di kampus.
Bagiku dia adalah satu dari segelintir orang yang membuatku percaya bahwa ternyata manusia Zuhud dan Tawadlu' masih ada di kampus ini... Bukan sekedar yang pura pura zuhud dan pura pura tawadlu tapi pencitraan dimana mana.
Maka izinkan mbah Harsoyo menyelesaikan ujian ini dengan segala daya upayanya. Jangan menjadi manusia manusia yang culas yang bermain politik ditengah duka cita kepergian adik adik kami.
Dalam keyakinanku tak usah kau minta pun dia akan mundur bila diizinkan dan bila tak mampu lagi menahan rasa bersalahnya atas kejadian yang luput dari kuasa dan kehendaknya.
Dia bukan kalian yang hatinya dari batu. Dia itu orang baik yang hatinya sangat lembut, jangan kau sakiti dengan ucapanmu, dia sudah merasakan sakit yang luar biasa ketika adik adik kami diperlakukan demikian rupa hingga meregang nyawa.
Kau boleh culas, kau boleh kotor karena mungkin memang itu nature-mu dan standar nilai dalam gerombolanmu, tapi jangan sekarang, jangan dalam keadaan penuh duka seperti ini dan jangan kau lakukan pada orang orang baik yang dalam dirinya tak pernah terlintas niat niat buruk seperti benakmu dan tak paham cara cara kotor semacam ini.
Biarkan mbah Harsoyo menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Muslim, kau akan lihat betapa dia adalah orang yang bertanggungjawab dan amanah.
Teruntuk adik adik kami yang di panggil Allah, semoga husnul khotimah. Berat rasanya mendengar kabar kepergian kalian, tapi kami berbaik sangka bahwa Allah lebih menyayangi kalian. Banyak dari kami disini yang tak sempat mengenalmu, tetapi diam diam meneteskan air mata sembari mendoakan segala kebaikan untukmu, kami akan memastikan hakmu atas keadilan kau dapatkan. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan. Amiin.
0 komentar: