Pernyataan Resmi Rektor UII Harsoyo : Tetap Berjuang Walau Tanpa Baju Pi...



Pernyataan Resmi UII ke-5
-
HASIL RAPAT SENAT DAN PROGRES TIM PENCARI FAKTA THE GREAT CAMPING (TGC)
1. Hasil dari Rapat Senat Universitas Islam Indonesia, yang dilaksanakan pada Senin (30/1) adalah menyetujui pengunduran diri Dr. Ir. Harsoyo M.Sc. dari jabatan Rektor, dan pengunduran diri Dr. Abdul Jamil, S.H dari jabatan Wakil Rektor III.
2. Tim Pencari Fakta hingga saat ini masih terus menindaklanjuti insiden The Great Camping (TGC), dengan target menyelesaikan proses pencarian fakta ini dalam 3 hari ke depan.
3. Penjemputan dua terduga pelaku kekerasan Diksar Mapala TGC 37 pada hari Senin (30/1) merupakan kewenangan sepenuhnya kepolisian, dan UII selaku institusi yang berpihak pada penegakan hukum menghormati kewenangan tersebut.
Yogyakarta, 30 Januari 2017
-
Pernyataan Resmi Rektor UII
Harsoyo : Tetap Berjuang Walau Tanpa Baju Pimpinan
Keputusan Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc mengundurkan diri dari jabatan Rektor UII bukan berarti melepaskan tanggungjawab terhadap proses penyelesaian masalah. Sebaliknya, dalam konteks Indonesia, pengunduran diri merupakan suatu bentuk tanggung jawab moral dan bukan sebuah tindakan pengecut.
Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Ir. Harsoyo, MSc dalam acara yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Kampus Terpadu UII, di hadapan dosen, karyawan, dan mahasiswa UII, Minggu (29/1). Acara tersebut juga dihadiri oleh Dr. Abdul Jamil, SH., MH., yang beberapa waktu lalu juga menyatakan pengunduran diri dari jabatan Wakil Rektor III. Acara ini merupakan penjelasan resmi Harsoyo kepada civitas akademika UII mengenai keputusan pengunduran dirinya.
Bentuk Tanggungjawab
Harsoyo membuka pidatonya dengan mengajak seluruh sivitas akademika yang hadir untuk mendoakan ketiga mahasiswa UII yang telah mendahului, yaitu Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi. Harsoyo menjelaskan pengunduran diri dari posisi rektor UII tidak menghapus tanggung jawab terhadap kasus tewasnya peserta Diksar The Great Camping 2017. Hal ini dibuktikan dengan tim yang terus bekerja dengan progres berbagai temuan dari hasil pencarian fakta, seperti identifikasi terduga pelaku serta bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi. Harsoyo juga akan hadir pada pemeriksaan oleh kepolisian Karanganyar pada Selasa (31/1) sebagai respon dari surat dari kepolisian yang ditujukan kepada Rektor UII untuk menghadapkan panitia TGC sebagai saksi.
Pengunduran Diri Tanpa Tekanan
Harsoyo membantah bahwa pengunduran diri ini karena adanya tekanan dari pihak mana pun, termasuk menteri. “Surat pengembalian amanah itu telah saya buat dan konsultasikan kepada Ketua Badan Wakaf bahkan sebelum mendengar berita Menteri akan datang ke Jogja,” jelasnya.
“Saat sudah jatuh korban meninggal ketiga, saya istijab. Saya istighfar. Mungkin ini kesalahan rektor yang tidak peka dengan hal-hal yang ada. Kalau kita mengacu pada Al Quran, membunuh satu orang manusia sama dengan membunuh manusia seluruhnya. Sebaliknya, memberi kehidupan satu orang manusia, maka memberi kehidupan seluruhnya. Satu sudah terlalu banyak apalagi tiga,” ujar Harsoyo.
Harsoyo menyadari bahwa keputusan pengunduran dirinya dimaknai secara berbeda-beda. Ada sebagian yang menilai bahwa ia lari dari tanggungjawab, ada juga yang menolak pengunduran diri tersebut dan kemudian melakukan kampanye di media sosial melalui tagar SaveRektorUII dan sebagainya. Oleh karena itu, melalui penjelasan tersebut, Dr. Ir. Harsoyo, MSc berharap agar sivitas menerima dan mendukung pengunduran diri tersebut.
“Hal ini saya lakukan demi UII, sehingga tidak perlu lagi membuat petisi apapun untuk membela saya jadi rektor. Saya berterimakasih karena begitu banyak yang peduli pada saya, namun mohon hal tersebut dicukupkan sampai di sini,” jelas Harsoyo.
Pengunduran diri Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. sebagai rektor akan diputuskan dalam rapat senat Universitas Islam Indonesia yang berlangsung hari Senin (30 Januari 2017), dan ia berharap civitas akademika solid mendukung keputusan ini.
Kekerasan Bertentangan dengan Semangat Rahmatan Lil ‘Alamin UII
Harsoyo menyatakan bahwa tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan UII bertentangan dengan semangat rahmatan lil alamin di UII. “Satu korban saja sudah luar biasa dan tidak boleh terjadi di perguruan Islam yang visinya rahmatan lil alamin yang punya komitmen dalam pengembangan pengajaran, dakwah, penelitian, pengabdian, sejajar dengan perguruan tinggi di negara maju,” lanjutnya.
“Rahmatan lil alamin artinya kasih sayang kepada alam dan makhluk-makhluk Allah lainnya. Namun, kejadian itu terjadi di UII. Di kampus yang visinya rahmatan lil ‘alamin. Itu juga yang mendorong saya mengundurkan diri,” tuntasnya.
Yogyakarta, 29 Januari 2017
sumber: uii.ac.id
-
Pernyataan Resmi UII ke-4
-
TINDAK LANJUT UII TERKAIT KEGIATAN THE GREAT CAMPING (TGC)
1. Saat ini UII sedang melakukan penanganan kesehatan 34 mahasiswa peserta pendidikan dasar TGC yang telah dimulai sejak Selasa, 24 januari 2017. Hingga rilis ini diturunkan, 10 orang dinyatakan untuk dirawat inap, dan yang lainnya rawat jalan. Keterangan berkaitan dengan kondisi medis para peserta akan disampaikan oleh Tim Medis JIH.
2. UII terus berkomunikasi intensif dengan orangtua masing-masing mahasiswa yang menjadi peserta TGC, baik yang melakukan pemeriksaan di JIH dan juga orangtua dari Alm. Muhammad Fadhli, Alm. Syaits Asyam, dan Alm. Sdr. Iham Nurpadmy Listia Adi. UII juga memfasilitasi orangtua yang akan datang ke Jogja untuk mendampingi putra-putrinya.
3. Terkait dengan proses pengurusan jenazah Alm. Ilham Nurpadmy Listia Adi, UII telah memfalisitasi keluarga almarhum sejak dirawat di RS Bethesda, pelaporan ke kepolisian, proses otopsi, hingga pemulangan jenazah ke Lombok.
4. Dari sisi penegakan hukum, UII bekerjasama dengan pihak Polres Karanganyar untuk dilakukan penyelidikan bersama yang dimulai pada hari ini dengan agenda meminta keterangan dari para peserta TGC.
5. UII memutuskan untuk membekukan Lembaga Khusus MAPALA UNISI Universitas Islam Indonesia untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
6. UII mengklarifikasi bahwa kegiatan TGC ini bukan merupakan perploncoan mahasiswa baru. TGC adalah bagian dari proses rekruitmen untuk mahasiswa yang ingin menjadi anggota MAPALA UNISI yang sifat keanggotaannya sukarela.
Yogyakarta, 25 Januari 2017
Rektor,
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
-
Pernyataan Resmi UII ke-3
PERKEMBANGAN PERISTIWA KEGIATAN THE GREAT CAMPING (TGC)
1. Saat ini prioritas utama UII adalah pemulihan kesehatan 34 mahasiswa peserta pendidikan dasar TGC. 32 peserta telah atau sedang diperiksa di JIH dan dua orang sedang dalam perjalanan menuju JIH. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan 34 mahasiswa tersebut. Informasi yang didapatkan UII hingga saat ini, dari seluruh peserta tersebut, 5 orang dirawat inap di JIH. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses pemeriksaan kesehatan dan rawat inap ditanggung sepenuhnya oleh UII.
2. Prioritas UII berikutnya adalah pendampingan dan komunikasi dengan seluruh peserta dan keluarga yang terus diupayakan oleh UII dalam rangka untuk selalu memastikan keluarga mengetahui perkembangan insiden ini. Terutama keluarga dari Alm. M. Fadhli (Teknik Elektro), Alm. Syaits Asyam (Teknik Industri), dan Alm. Ilham Nurpadmy Listia Adi.
3. Salah satu pendampingan tersebut dilakukan kepada keluarga Alm. Ilham Nurpadmy Listya Adi dalam proses pelaporan ke polisi, otopsi hingga pengurusan jenazah sampai ke tujuan, dengan seluruh biaya ditanggung oleh UII.
4. UII saat ini sedang menyusun laporan yang akan disampaikan kepada kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti Kopertis Wilayah V dan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.
5. UII telah berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dalam rangka kelancaran penyidikan insiden ini dari sisi hukum.
6. Berkaitan dengan insiden ini, berdasarkan pengakuan peserta yang ditemui tim pada pemeriksaan kesehatan, pada kegiatan TGC telah terjadi kekerasan. Berdasarkan laporan tersebut UII terus melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lebih detail bentuk kekerasan yang terjadi.
7. Tindakan yang telah diambil UII adalah membekukan segala bentuk kegiatan MAPALA serta kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya yang bersifat outdoor sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Yogyakarta, 24 Januari 2017
Rektor
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
-
Pernyataan Resmi UII ke-2
-
Temuan Awal dan Perkembangan Investigasi Kegiatan The Great Camping (TGC)
1. Innalillahi wa innailaihi raji’un, segenap sivitas akademika UII turut berduka cita atas meninggalnya Ilham Nurpadmy Listia Adi, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2015, salah satu peserta pendidikan dasar The Great Camping (MAPALA) UII. UII mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar alm. Ilham, semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran.
2. UII meminta maaf setulusnya kepada seluruh orang tua peserta Diksar MAPALA dan masyarakat luas.
3. UII akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kasus ini. UII berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara objektif, terbuka & tuntas.
4. Berdasarkan hasil temuan awal dari tim investigasi internal UII yang telah bekerja sejak 21 Januari 2017, terdapat indikasi kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu selama pelaksanaan kegiatan TGC. Tim investigasi terus melakukan pencarian fakta dan informasi yang menguatkan indikasi ini, dan apabila terbukti, maka pihak yang melakukan kekerasan akan ditindak tegas sesuai dengan aturan kedisiplinan mahasiswa yang berlaku di UII. Segala sesuatu yang menjadi temuan pada investigasi ini juga mejadi bahan evaluasi UII dalam memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan agar kembali kepada prinsip anti kekerasan yang dijalankan UII.
5. Mengingat kapasitas tim investigasi yang terbatas pada internal UII, maka UII menyerahkan sepenuhnya segala proses penyelidikan dalam ranah hukum kepada pihak kepolisian yang berwenang. Dalam hal ini pula, UII berkomitmen untuk mendukung penegakan hukum, dan siap membantu melancarkan jalannya penyelidikan pihak yang berwenang. Bagi pihak peserta maupun keluarga yang ingin menempuh jalur hukum, UII memberikan kebebasan sepenuh-penuhnya dan tidak akan menghalangi proses tersebut.
6. Sebagai usaha mengantisipasi dampak lanjutan pada 34 peserta lainnya yang juga mengikuti kegiatan TGC tersebut, UII telah berkomunikasi secara intensif dengan peserta dan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan ulang yang lebih menyeluruh apabila terdapat indikasi yang dianggap tidak wajar pada kondisi kesehatan peserta, dan sepenuhnya akan difasilitasi oleh UII.
7. UII menyiapkan crisis center bagi peserta dan pihak keluarga peserta terkait segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa The Great Camping (TGC) UII di nomor 081367771999 (Karina), 082226576307 (Muzayin), dan 0817200283 (Mutia) sebagai bagian dari komitmen UII untuk memfasilitasi keluarga mahasiswa dalam menghadapi peristiwa ini.
Yogyakarta, 24 Januari 2017
Rektor,
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
-
Pernyataan Resmi UII ke-1
-
Pernyataan Resmi UII terkait Kegiatan The Great Camping oleh MAPALA UII (13-20 Januari 2017)
1. Benar bahwa dilaksanakan kegiatan TGC (The Great Camping) yang merupakan kegiatan rutin Pendidikan Dasar Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA yang dilaksanakan setiap tahun. kegiatan yang baru saja dilaksanakan adalah TGC ke 37. Pada tahun ini, terdapat 37 peserta terdiri dari 34 laki-laki, 3 perempuan, dilaksanakan di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak universitas, dan dijalankan sesuai prosedur formal yang berlaku di internal UII. (ada proposal ke pihak universitas, ada penanggung jawab dari pihak panitia, ada susunan panitia dan jadwal acara, ada surat izin orangtua peserta, ada validasi kesiapan peserta dari sisi kesehatan karena peserta wajib melakukan tes kesehatan dan surat keterangan sehat dari dokter, dan sebelum pelaksanaan setiap tahap kegiatan TGC ada pemeriksaan medis bekerjasama dengan tim medis UNS).
2. Benar bahwa pada saat pelaksanaan TGC, mahasiswa UII yang mengikuti kegiatan tersebut ada yang meninggal dunia. Yang pertama atas nama Muhammad Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015, meninggal pada hari Jumat, 20 Januari 2017, dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar. Mahasiswa kedua atas nama Syaits Asyam, program studi Teknik Industri angkatan 2015, meninggal dunia pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, setelah sempat dirawat di RS Bethesda.
3. Seluruh civitas akademika UII mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Almarhum Muhammad Fadhli dan Almarhum Syaits Asyam, semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadah-Nya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
4. Pihak UII telah membentuk tim investigasi di internal UII yang terdiri dari unsur pimpinan UII, bidang kemahasiswaan, bidang medis forensik, dan bidang hukum, dan sedang menelusuri serta mencari fakta dan informasi yang lengkap terkait meninggalnya Alm. Muhammad Fadhli dan Alm. Syaits Asyam. Sementara, 35 peserta yang telah mengikuti kegiatan TGC telah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit JIH pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, atas inisiatif pihak UII sebagai komitmen untuk memastikan kesehatan seluruh peserta.
5. UII berkomitmen pula untuk bekerjasama dengan semua pihak untuk mengungkap semua fakta terkait meninggalnya kedua almarhum, dan akan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, apabila terbukti terjadi penyimpangan prosedur saat pelaksanaan TGC. Apabila terbukti terjadi penyimpangan, maka seluruh kegiatan (termasuk Pendidikan Dasar seperti TGC) akan dibekukan sampai ada komitmen untuk perbaikan mekanisme pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prosedur dan kembali sesuai dengan tujuan awal, yaitu membentuk jiwa patriotik dan nilai-nilai kemandirian, kecintaan terhadap alam, dan tanpa kekerasan.
Yogyakarta, 22 Januari 2017
Rektor,
Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.
Sumber: UiiNews

0 komentar: